Ada seorang pria saleh di era Sayidina 'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berdoa kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan minoritas (golongan yang berjumlah sedikit). Di mata Sayidina 'Umar doa seperti itu terasa aneh. Didorong rasa penasaran, beliau pun bertanya kepada pria itu.
"Siapakah golongan minoritas tersebut?" Tanya beliau.
Tanpa berpanjang lebar, pria itu langsung menunjukkan beberapa ayat-ayat dalam kitab Allah 'Azza wa Jalla. Berikut ini ayat-ayatnya:
1️⃣ وَما آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ
"Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (QS. Hud [11]:40)
2️⃣ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur." (QS. Saba' [34]:13)
3️⃣ ... إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحاتِ وَقَلِيلٌ ما هُمْ
"... kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini." (QS. Şād [38]:24)
4️⃣ وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ* أُولئِكَ الْمُقَرَّبُونَ* فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ* ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ* وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ
"Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian." (QS. Al-Wāqi`ah [56]):10–14)
Dan masih ada ayat-ayat lain.
Setelah mengetahui jawaban pria itu, Sayidina 'Umar berkata:
"Setiap orang itu lebih faqih (paham agama) daripada 'Umar."
📚Sumber📚: Kitab "Az-Zuhd" karya Imam Ahmad bin Hanbal, halaman 114.
_________________________________
Catatan: Jika kita meneliti ayat-ayat al-Qur'an, lafazh قٙلِيْل (yang bermakna sedikit) banyak digunakan untuk memuji dan menyanjung golongan tertentu yang mempunyai sisi-sisi baik. Meskipun ada juga beberapa penggunaan lafazh قليل yang berkonotasi negatif.
