Selayaknya setiap muslim bertanya kepada dirinya sendiri: apakah aku cinta al-Qur'an?
Banyak kaum muslimin ketika ditanya, apakah kamu cinta al-Qur'an? Mereka dengan mudahnya menjawab: Ya, aku cinta al-Qur'an.
Banyak kaum muslimin ketika ditanya, apakah kamu cinta al-Qur'an? Mereka dengan mudahnya menjawab: Ya, aku cinta al-Qur'an.
Lalu, apakah jawaban yang dilontarkannya benar?
لولا العلامات، لادعى كل شخص بما ليس عنده
"Andaikata tiada tanda-tanda, niscaya setiap orang akan mengklaim hal-hal yang tiada dimilikinya."
Pertanyaan ini penting dan urgen untuk dijawab, namun sangat tidak mudah menjawabnya bagi siapapun yang paham ungkapan di atas.
Cinta al-Qur'an bukan kata-kata kosong tak berarti. Mencintainya butuh akan tanda dan bukti. Orang yang mudah mengatakan cinta itu hanyalah orang yang tak paham apa itu arti cinta. Cinta baginya seolah-olah cuma "kata" yang perlu diluapkan kepada kekasih, tanpa menyertainya dengan pembuktian yang sahih.
Intinya, kecintaan hati kepada al-Qur'an membutuhkan tanda, dan tanda cinta al-Qur'an sebagaimana yang termaktub dalam Mafatih Tadabburil-Qur'an (hlm. 20-21) adalah:
1. Gembira saat bertemu/mendapati al-Qur'an;
2. Sanggup duduk membaca/mempelajari al-Qur'an dalam waktu yang lama tanpa sedikitpun bosan;
3. Rindu kepada al-Qur'an tatkala jauh darinya karena terhalangi oleh berbagai kesibukan, dan sangat berharap dapat menemui dan membacanya serta berusaha keras untuk menghilangkan halangan-halangan dalam menemui al-Qur'an;
4. Banyak berdiskusi tentang al-Qur'an dan percaya penuh pada arahan dan petunjuknya, serta senantiasa menjadikannya sebagai rujukan guna menyelesaikan problematika hidup yang kecil ataupun besar;
5. Taat dan tunduk kepada perintah dan larangannya.
Demikian tanda-tanda utama cinta al-Qur'an. Jika tanda-tanda di atas ada dalam diri seseorang, itu berarti rasa cinta al-Qur'an telah wujud di hati. Bila yang terjadi sebaliknya, maka cinta al-Qur'an pun tiada. Seberapa kurang tanda-tanda cinta itu berwujud dalam diri, maka berkurang pula rasa cinta al-Qur'an dalam sanubari.
Alhasil, sebelum menjawab pertanyaan: apakah aku cinta al-Qur'an? amati dulu diri kita, sudahkah tanda-tanda itu ada?
Bagaimana mungkin seseorang dikatakan cinta al-Qur'an, padahal ia tidak betah saat membacanya beberapa menit dan sangat 'ingin cepat selesai'. Lain halnya bila ia melakukan aktivitas-aktivitas duniawi yang digemarinya seperti nonton TV, main HP, nonton film, baca novel dan sejenisnya. Begitu betah ia menikmatinya.
Lalu, apakah Anda cinta al-Qur'an?
