Ada seorang ayah menasehati putranya:
"Nak, kelak ajarkan kepada anak-anakmu untuk membenci kesalahan, bukan pelaku kesalahan. Ajari mereka untuk mendoakan pelakunya agar mendapat hidayah, bukan kebinasaan.
Kelak ajarkan kepada anak-anakmu bahwa di dalam rumah ada jiwa-jiwa, bukan sekadar raga tanpa nyawa. Jika rumah itu tidak dihuni oleh cinta, tidak dihiasi oleh maaf, maka rumah itu akan dihuni kezaliman dan diselimuti kebencian.
Kelak ajarkan kepada anak-anakmu agar cinta Allah, cinta Nabi, cinta tanah air, cinta manusia, cinta binatang dan cinta diri sendiri.
Dan yang terpenting, ajarkan kepada mereka tentang cinta. Sebab orang yang tak punya cinta, mana bisa memberikan cinta kepada selainnya?"
"Nak, kelak ajarkan kepada anak-anakmu untuk membenci kesalahan, bukan pelaku kesalahan. Ajari mereka untuk mendoakan pelakunya agar mendapat hidayah, bukan kebinasaan.
Kelak ajarkan kepada anak-anakmu bahwa di dalam rumah ada jiwa-jiwa, bukan sekadar raga tanpa nyawa. Jika rumah itu tidak dihuni oleh cinta, tidak dihiasi oleh maaf, maka rumah itu akan dihuni kezaliman dan diselimuti kebencian.
Kelak ajarkan kepada anak-anakmu agar cinta Allah, cinta Nabi, cinta tanah air, cinta manusia, cinta binatang dan cinta diri sendiri.
Dan yang terpenting, ajarkan kepada mereka tentang cinta. Sebab orang yang tak punya cinta, mana bisa memberikan cinta kepada selainnya?"
