Media Informasi Dan Dakwah Pondok Pesantren Al-Ihsan Gembong

KEUTAMAAN DIAM

KEUTAMAAN DIAM


Banyak dari masalah cara penyelesaiannya cukup dengan diam. Diam dalam beberapa kondisi terasa lebih bijak daripada bicara.

Kita diam, karena bicara terkadang tidak mampu merubah apapun.

Kita diam, karena hati belum siap menyikapi sesuatu dengan bicara.

Kita diam, karena ada orang yang akan tersakiti jika kita bicara.

Kita diam, karena kita mungkin sedang terluka, dan bicara akan semakin menambah luka.

Kita diam, karena mungkin kita sedang marah dan takut merugikan orang lain jika kita luapkan amarah itu dengan bicara.

Kita diam bukan tersebab kita tak mampu menjawab. Akan tetapi karena ia lebih baik untuk ketenteraman hati kita.

Kita diam, karena ia adalah sahabat setia yang takkan pernah berkhianat pada kita.

Cukup dengan diam. Karena terkadang ada banyak kata tak mampu mengungkapkan rasa, sebaliknya dengan satu diam ribuan kata sudah mampu terwakili semua.

Masih tersisa diam; diam yang paling agung. Yaitu: kita diam agar diri dan perilaku kita naik ke derajat yang lebih luhur di sisiNya.

‏{... فلنْ أُكلِّمَ اليوُمَ إِنسيَّا }

"... maka aku tidak akan bicara dengan seorang manusiapun pada hari ini." (QS. Maryam [19]: 26)