ما أكثر المواعظ والعبر وأقل الاتعاظ والاعتبار
"Betapa banyak nasehat-nasehat dan pelajaran-pelajaran terhampar, namun betapa sedikitnya orang-orang yang mau menerima nasehat dan belajar."
Sebenarnya, pelajaran dan nasehat Allah kepada hamba-Nya telah terpapar di kitab Suci-Nya dan di pelataran alam semesta. Bahkan di setiap detak jantung dan detik perjalanan hidup ini terkandung nasehat dan pelajaran yang dapat meningkatkan keimanan dan kualitas hidup kita.
Seorang mukmin sejati adalah dia yang selalu menggunakan akalnya untuk menggali pelajaran dan nasehat yang bertebaran di dunia ini. Jiwa itti'azh wal-i'tibar (menerima nasehat dan mengambil pelajaran) senantiasa menancap kuat dalam hatinya. Hal itulah yang membuat dirinya selalu menjadi lebih baik di setiap harinya.
Keengganan seseorang mukmin untuk menggunakan akal sehatnya sebagai media untuk merenungkan ayat-ayat kalam suci-Nya dan ayat-ayat di alam semesta akan membuat dirinya tidak mampu meningkatkan keimanan dan kualitas hidup.
Segala keutamaan dan kebaikan hanya bisa diperoleh oleh orang-orang yang menggunakan akal sehatnya.
