Media Informasi Dan Dakwah Pondok Pesantren Al-Ihsan Gembong

TAWAKAL TO ALLAH

TAWAKAL TO ALLAH


Setiap hari yang kita lalui adalah hadiah dari Allah. Karena itu, jangan menyia-nyiakannya dengan gelisah memikirkan masa depan atau sedih mengingat masa lalu. Cukup katakan, "Aku bertawakal kepada Allah dan memasrahkan segala urusan kepada-Nya." Dengan bertawakal, Allah akan menata hidup kita dengan sebaik-baiknya penataan, "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi." (QS. As-Sajdah [32]:5)

Ketika Nabi Yusuf 'alaihissalam dibuang oleh saudara-saudaranya, dan ayahnya (Nabi Ya'qub a.s.) tertimpa musibah kebutaan mata, lalu keduanya bertawakal atas segala kejadian yang menimpa, maka kebahagiaan pada akhirnya datang menghampiri mereka. Yusuf a.s. kembali berkumpul dengan keluarga yang disayangi dan Ya'qub a.s. sembuh dari kebutaan.

Ada orang saleh berkata pada putranya, "Maukah kutunjukkan padamu sebuah kekuatan yang tak terkalahkan?" 
"Ya," jawab si anak.
"Bertawakallah kepada Allah!" Kata sang ayah.

Setiap perkara di dunia ini tak lepas dari 2 hal: (1) ia akan meninggalkanmu atau; (2) kamu yang akan meninggalkannya, kecuali Allah. Jika kamu menghadap-Nya, Dia akan mencukupi kebutuhanmu. Jika kamu meninggalkan-Nya, Dia akan senantiasa memanggil-manggilmu untuk kembali datang.

Salah satu praktik tawakal yang baik adalah keadaan orang yang bertawakal terhadap Allah  ta'ala seperti keadaan anak kecil terhadap ibunya.Yaitu kondisi anak kecil yang tidak mengenal orang lain, selain ibunya. Tidak berlindung dari kesulitan kecuali kepada ibunya. Tidak bersandar dan tidak menggantungkan segala keperluannya kecuali kepada ibunya. Jika melihat ibunya, ia bergegas merangkulnya. Jika ada sesuatu yang menimpa dirinya sewaktu ibunya tak ada, maka ucapan yang pertama kali keluar dari mulutnya adalah: "Ibu!". Yang pertama kali tergerak dalam hatinya adalah ibu.  Ia benar-benar telah yakin terhadap pemeliharaan dan kasih sayang ibunya dengan keyakinan yang penuh.